
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Pemuda Muhammadiyah Bangka Tengah mengecam pernyataan peneliti BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional-Red) Andi Pangerang Hasanuddin yang menghalalkan darah Muhammadiyah karena berbeda dengan pemerintah terkait penetapan hari raya idulfitri 1444 H.
Ketua Pemuda Muhamadiyah Bangka Tengah Ari Anpriandi mengatakan pernyataan itu merupakan sikap intoleran. Meskipun begitu, ia menghimbau agar pemuda Muhamadiyah tetap tenang dengan ujaran kebencian seperti itu. Apalagi Bangka Tengah sangat bisa berdampingan dan toleransi terhadap semua perbedaan.
“Tak seharusnya saudara sebangsa dan setanah air bersitegang. Kami sangat mengecam aksi intoleran seperti itu namun kita sebagai Pemuda Muhamadiyah harus tenang menghadapi masalah ini, ” ucapnya kepada intrik.id, Kamis (27/4/2023).
“Tetap tenang, utamakan adab dan akhlak dalam menyikapi masalah ini adalah hal yang penting yang diajarkan Muhamadiyah, ” lanjutnya.