
Dwi Octavia Br Simanjuntak
Mahasiswi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung
Kesehatan mental merupakan kondisi dimana seseorang memiliki kemampuan dalam mengatasi tekanan dalam hidup dengan batin yang tentram dan tenang. Kondisi mental pada masa kanak-kanak dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan hingga dewasa nanti.
Di zaman sekarang ini banyak sekali hal-hal yang mungkin dapat mengganggu kesehatan mental, dapat dilihat sejak beberapa tahun belakangan pada masa pandemi covid-19. Seperti tingginya tingkat kecemasan, kekhawatiran serta ketakutan yang berlebihan.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental yaitu faktor biologis seperti gangguan pada otak, ada pula faktor kehidupan yang disebabkan karena trauma, pelecehan, kekerasan dan sebagainya. Lalu ada pula faktor keluarga seperti masalah keluarga atau riwayat keluarga.
Pada umumnya, tahap penting perkembangan mental terjadi pada masa anak-anak hingga remaja. Dimana pada masa ini perkembangan otak berlangsung begitu cepat. Maka dari itu pentingnya peran orang tua dalam memberikan perhatian bukan hanya pada kebutuhan fisik saja tetapi juga perhatian terhadap mental anak. Karena sejak anak-anak dan remaja memerlukan kondisi mental yang baik untuk berkembang dengan cara yang sehat dan membangun hubungan sosial yang kuat.
Menurut Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey 2022, 15,5 juta (34,9 persen) remaja mengalami masalah mental dan 2,45 juta (5,5 persen) remaja mengalami gangguan mental. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa banyaknya remaja yang mengalami masalah mental yang dimana remaja merupakan pemuda Indonesia yang akan menjadi pemimpin di kemudian hari. Akan sangat miris sekali jika banyak anak remaja yang mengalami masalah mental yang dimana mereka akan kesulitan untuk bersosialisasi atau mengekspresikan perasaan mereka.
Maka dari itu, untuk mengurangi persentase remaja yang mengalami masalah mental, berikut beberapa cara untuk menjaga mental pada anak-anak dan remaja, yaitu