
“SELARAS bukan buku laporan perusahaan. Kami ingin menghadirkan cerita yang dekat dengan pembaca sehingga siapa pun dapat memahami proses reklamasi dari sudut pandang orang-orang yang mengerjakannya langsung,” katanya.
Selain mengangkat kisah reklamasi darat, buku ini juga memuat pengalaman pemulihan ekosistem laut, pengembangan kawasan agro, revegetasi, hingga konservasi melalui berbagai program yang dijalankan PT Timah.
Melalui SELARAS, PT Timah berharap praktik-praktik baik dalam pengelolaan lingkungan tidak hanya menjadi dokumentasi internal, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran yang memperkuat pemahaman masyarakat bahwa kegiatan pertambangan harus berjalan beriringan dengan komitmen memulihkan dan menjaga kelestarian lingkungan.