
“Jamu merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang sudah digunakan secara turun-temurun. Namun masyarakat juga harus semakin sadar untuk memilih produk jamu yang aman, memiliki izin edar, dan diproduksi sesuai standar yang ditetapkan pemerintah,” ujar Juhaini usai mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan produk-produk yang belum jelas keamanan dan legalitasnya.
“Kami mendukung penuh program ini karena tidak hanya berbicara soal kesehatan, tetapi juga perlindungan konsumen. Kesadaran masyarakat terhadap produk yang aman harus terus ditingkatkan,” katanya.
Selain peluncuran Program IDAMAN, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan serah terima pinjam pakai gedung untuk calon UPT BPOM sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan obat dan makanan di daerah.