
Menurut Algafry, kegiatan seperti Sajadah Fajar dapat dijadikan momentum untuk mengajak masyarakat meramaikan masjid.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita bisa mengajak masyarakat, tokoh agama, dan anak-anak kita untuk berkumpul di masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, tetapi juga sebagai pusat pendidikan akhlak bagi anak kita,” lanjutnya.
Ia berpesan kepada masyarakat untuk selalu menjalin komunikasi yang baik antara sesama masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah kabupaten Bangka Tengah.