Pembina KMMK Babel Dorong Pemda Beri Penghargaan Tahunan bagi Penulis dan Akademisi Lokal

    Saat itu, Pemprov Babel mengalokasikan anggaran Rp100 juta untuk pengadaan 1.000 eksemplar buku. Dukungan juga datang dari PT Timah Tbk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan dengan membeli 350 eksemplar.

    “Buku Mutiara Negeri Melayu terbit atas dasar kepedulian pemerintah daerah saat itu bersama Madania Center. Latar belakangnya adalah masih banyaknya putra-putri terbaik Bangka Belitung yang luar biasa dan menginspirasi, namun belum banyak dikenal oleh masyarakatnya sendiri,” ujar Rusydi.

    Guru besar IAIN SAS Babel itu menjelaskan, Mutiara Negeri Melayu merekam perjalanan sejumlah tokoh lokal dari berbagai daerah di Bangka Belitung. Kisah mereka dibingkai dengan semangat from zero to hero, mulai dari kesederhanaan, kekuatan moral, hingga kecerdasan intelektual yang mengantarkan mereka memberi kontribusi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional.

    Apresiasi Jangan Berhenti pada Seremoni

    Rusydi menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa karya tulis dapat menjadi medium untuk mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan potensi sumber daya manusia daerah.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook