
Taufik menegaskan, jika ini terus berlanjut maka akan membuat para pedagang rugi besar karena dagangan seperti ayam hingga sayur yang sudah dipotong atau dipetik berpotensi busuk.
“Walau cuma dua hari, tapi kan kami sudah siapkan perhari berapa ekor atau berapa buah. Acara kayak gini, emang bagus untuk UMKM, tapi kami orang pasar jadi terbebani dan rugi, ” tegasnya.
Taufik berharap, pemerintah bisa lebih bijak dalam memilih tempat start dan tidak mempengaruhi proses perdagangan yang ada di pasar moderen.
Sementara itu, Irwandi selaku Kepala Disperindagkop Bangka Tengah mengatakan, agenda ini sudah dijadwalkan setiap tahun dan sampai saat ini belum ada protes.