
Menurut Syamsu Rizal pihaknya mendukung jika dikembangkan hilirisasi pasir silika di Kabupaten Bangka. Mengingat prodak hilirisasi menambah nilai jual berdampak pada ekonomi masyarakat.
” Kami ( BEMPER – red ) mendorong agar komoditas pasir silika di Kabupaten Bangka dilakukan investasi hilirisasi dengan tujuan meningkatkan nilai jual. Pasir silika akan menghasilkan produk dibutuhkan seluruh dunia seperti industri semikonduktor, panel surya dan kaca. Peluang untuk investor sangat besar karena ketersediaan bahan baku silika dengan kualitas tinggi di Kabupaten Bangka,” terangnya.
Mengingat perkara dugaan tindak pidana korupsi tata niaga komunitas timah masih berlanjut, Menurut ormas BEMPER sudah saatnya mencari sumber ekonomi alternatif.
“Kondisi perekonomian Kabupaten Bangka turun drastis akibat perkara tata niaga komunitas timah, tidak keluarnya RKAB belum diketahui sampai kapan. Kondisi ini membuat banyak smelter tidak beroperasi dan berujung pada PHK bagi pegawai smelter. Sudah saatnya mencari sumber ekonomi alternatif seperti hilirisasi pasir silika.Kabupaten Bangka mempunyai potensi bahan baku silika di beberapa lokasi seperti, muara Air Kantung, pantai Matras, Tuing dan lainnya sehingga peluang ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk mengurangi ketergantungan kepada komoditas Timah,” jelas Syamsu Rizal.
Lebih lanjut Syamsu Rizal menyebutkan ketersediaan bahan baku pasir silika harus dibarengi kebijakan pemerintah dan investor. Jangan sampai kabupaten Bangka punya bahan baku, pabrik hilirisasi dibangun di tempat lain.