
Intrik.id – Desa Munduk di Bali Utara, tepatnya di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, memiliki sejarah panjang sebagai pusat perkebunan cengkeh dan kopi sejak zaman kolonial Belanda. Tak heran jika sampai saat ini banyak bangunan rumah tua dengan arsitektur Eropa di desa tersebut yang masih dipertahankan.
Desa Munduk adalah desa pegunungan yang dikelilingi hutan tropis, perkebunan dan air terjun. Letaknya berada di ketinggian 900-1.000 meter diatas permukaan laut.
Baca juga: Pesona Taman Wisata Bukit Lumpang Cirebon, Destinasi Menarik Murah Meriah
Desa Munduk di Bali Utara memiliki suhu udara sejuk dan dingin antara 16-24 derajat menawarkan suasana berbeda. Banyak penginapan yang memanfaatkan nuansa tersebut untuk menciptakan suasana romantis dan homey.
Semua itu membuat suasana di des tersebut seperti perpaduan Bali tradisional dengan desa kecil di Austria atau Swiss. Meski memiliki nuansa Eropa yang kuat, namun Desa Munduk tetaplah Bali yang kental budaya Hindu, tradisi adat, serta penduduknya yang ramah.
Berbeda dengan Bali bagian selatan yang panas dan ramai, Desa Munduk menawarkan keindahan alam dengan udara sejuk yang menenangkan. Inilah yang menjadi alasan utama banyak wisatawan datang ke desa tersebut.
Ada beberapa air terjun yang dikelilingi hutan dan terkenal dengan kejernihannya. Berikut ini air terjun di Desa Munduk yang paling populer:
Salah satu destinasi wisata Desa Munduk di Bali Utara yaitu air terjun yang terkenal dengan batuannya berwarna kecoklatan, serta suasana yang terasa lebih sunyi.
Ini merupakan air terjun yang lokasinya paling mudah dijangkau oleh wisatawan melalui jalur trekking yang nyaman. Gemuruh lembut suara air terjun mampu menciptakan relaksasi alami.
Air terjun paling populer selanjutnya yaitu Labuhan Kebo Waterfall. Lokasi air terjun ini memang tersembunyi, tetapi sangat indah sehingga cocok bagi traveler yang menyukai petualangan.
Air terjun yang satu ini sangat ideal bagi para pecinta trekking. Khususnya yang ingin menikmati trek menantang dengan panorama lembah yang menakjubkan.
Semua air terjun yang ada di Desa Munduk tersebut tak hanya menawarkan keindahan alamnya, pengunjung pun bisa berenang dan foto-foto, atau bersantai menikmati sejuknya hutan tropis.
Kedua danau ini memang bukan bagian dari Desa Munduk, namun menjadi ikon terbesar di kawasan tersebut. Lokasi danau Tamblingan dan Buyan jaraknya hanya sekitar 15 sampai 20 menit saja dari desa.
Perpaduan antara hutan tropis dengan deretan pohon besar, kabut, dan danau biru menciptakan suasana magis seperti hutan di Eropa. Tempat ini populer untuk aktivitas camping, fotografi landscape, trekking hutan dan canoeing tradisional.
Meskipun Desa Munduk di Bali Utara memiliki nuansa Eropa yang kuat, namun desa tersebut tetap memegang teguh budaya leluhurnya. Tradisi adat, budaya Hindu, dan keramahan penduduknya.
Wisatawan bisa menyaksikan upacara adat dengan penuh hormat yang berlangsung setiap minggu di pura keluarga maupun pura desa. Aroma dupa, musik gamelan dan busana adat mengingatkan kita bahwa Desa Munduk di Bali Utara berpegang teguh terhadap budaya leluhur.
Desa Munduk juga menjadi bukti bahwa Bali bukan cuma tentang pantai dan keramaiannya. Tapi juga menawarkan panorama alam yang indah, budaya lokal yang penuh kehangatan, nuansa Eropa yang kuat, serta sejuknya udara pegunungan. Suasana tersebut jarang sekali ditemukan di desa lain.