
“Kami datang dari Belitung untuk belajar di Bangka Tengah, yang namanya memang sedang harum di Bangka Belitung. Ada beberapa hal yang ingin kami pelajari dari MUI Bangka Tengah, di antaranya terobosan 1.000 sertifikasi halal, program pemberdayaan masjid, serta pola anggarannya,” ungkap Nurman.
Ketiga hal tersebut menjadi fokus pembelajaran dalam kunjungan itu. Sertifikasi halal berkaitan dengan upaya membantu pelaku usaha memenuhi ketentuan halal, sedangkan pemberdayaan masjid menyangkut penguatan peran masjid agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Selain mempelajari program, MUI Belitung juga ingin mengetahui pola penganggaran yang mendukung pelaksanaannya. Aspek ini menjadi penting agar program yang dinilai bermanfaat dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan daerah masing-masing.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia berharap pertemuan kedua lembaga tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi berlanjut menjadi pertukaran pengalaman dan kerja sama dalam pengembangan program keagamaan.