
Dari sisi produk, para perajin mulai bergerak lebih jauh. Batik tidak hanya dibuat dalam bentuk kain, tetapi dikembangkan menjadi pakaian dan tas. Ke depan, mereka ingin membuat lebih banyak produk aksesori.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi karya para perajin.
“Harapan kami, batik lokal ini semakin dikenal masyarakat Indonesia. Kami ingin terus berkarya sehingga bisa memberikan dampak ekonomi bagi para perajin,” ujarnya.
Bagi Rumah Batik Kundur, pekerjaan rumahnya kini bukan sekadar menjaga kemampuan membatik. Mereka harus memastikan motif khas yang lahir dari identitas Kundur mampu keluar dari pulau, dikenal lebih banyak orang, dan berubah menjadi peluang ekonomi bagi para perajin.(*)
Sumber: PT Timah Tbk