
Menurut Nizam, prestasi tersebut tentu saja menjadikan Bangka Tengah semangat untuk meningkatkan populasi sapi, didukung dengan semakin meningkatnya minat masyarakat untuk memelihara sapi.
“Parameter ini ditandai dengan semakin bertambahnya daftar tunggu anggota di kelompok tani, insyaallah dengan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam usaha peningkatan populasi ternak, termasuk upaya menjaga kesehatan ternak pada masa wabah PMK menjadikan keberadaan ternak di Bateng sehat dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” tuturnya.
Kata Nizam, data yang ada sampai dengan Mei 2022, jumlah sapi yang terinfeksi PMK di Kepulauan Bangka Belitung berada pada posisi 2 teratas secara nasional dan Bangka Tengah berada pada posisi teratas dengan jumlah 793 ternak yang terinfeksi.