
Memahami perbedaan oli transmisi dan oli gardan dapat memastikan pemilik mobil tidak keliru saat menggunakannya. Hal ini dapat memberikan dampak baik pada komponen mesin agar tetap berjalan dengan baik dan normal.
Perbedaan kedua jenis oli ini tidak hanya dari segi fungsi dan kegunaannya saja. Berikut ini beberapa perbedaan lainnya.
Seperti yang kita tahu, setiap mesin mobil membutuhkan takaran atau kebutuhan oli berbeda-beda. Biasanya, perbedaan takaran oli ini disesuaikan dengan intensitas kerja mesin mobil.
Begitu pula dengan takaran penggunaan oli transmisi maupun gardan sebagai pelumas komponen mesin mobil. Takaran pada transmisi dan gardan dapat kita sesuaikan dengan jangka waktu penggunaannya, kebutuhan, hingga intensitas pemakaian kendaraan (apakah sering digunakan atau tidak).
Umumnya, takaran oli transmisi yang paling ideal, yakni 1 sampai 1,2 liter. Sedangkan untuk oli gardan memiliki takaran 2 liter. Angka ini tidak bisa selalu kita jadikan sebagai patokan. Supaya penggunaan maupun pelumas gardan sesuai takaran, tidak kurang atau lebih, sesuaikan saja dengan kebutuhan.
Perbedaan oli transmisi dan oli gardan selanjutnya, yakni berdasarkan tingkat kekentalannya. Oli transmisi memiliki tekstur yang lebih cair.
Tingkat kekentalan yang kecil ini, karena komponen mesin transmisi secara otomatis bekerja pada tingkat panas maupun gesekan lebih rendah. Oli transmisi memiliki sifat yang unik, dimana hanya berperan sebagai pelumas mesin dan memberikan dukungan terhadap transfer tenaga.
Sementara itu, oli transmisi memiliki viskositas yang lebih tipis atau rendah dan tingkat ketahanan panas lebih rendah. Selain itu telah menggunakan teknologi anti busa.