Scroll untuk baca artikel
Bangka TengahPeristiwa

Mengaku Sudah Miliki IUP, Penambang Samkin Berani Cari Timah di Komplek Perkantoran Pemkab Bangka Tengah

216
×

Mengaku Sudah Miliki IUP, Penambang Samkin Berani Cari Timah di Komplek Perkantoran Pemkab Bangka Tengah

Sebarkan artikel ini
IMG 20230222 WA0004

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Aktivitas Tambang Inkonvensional dibelakang Komplek Perkantoran Pemkab Bangka Tengah semakin mengganggu.

Pasalnya, selalu terdengar suara deruan mesin dompeng yang sering digunakan penambang untuk mencari pasir timah.

Meskipun begitu, para penambangan mengaku sudah melakukan kordinasi dengan PT Timah terkait aktivasi tersebut.

“Kami sudah ada IUP PT. Timahnya. Polisi dan juga aparat lainnya sudah koordinasi dengan kami untuk nambang disini,” ucap salah satu penambang yang tak mau disebut namanya kepada intrik.id, Rabu (22/2/2023) di Koba.

Namun, dirinya sangat menyayangkan kebijakan PT Timah yang membeli timah dengan harga sangat murah dan tak bisa menutupi biaya operasionalnya.

“Kami jual di kolektor 120 ribu per kilogram, PT Timah belinya cuma 70 ribu, jadi jauh bedanya. Terus PT Timah kemarin marah karena kami jual ke kolektor gak ke mereka. Terus mereka ngancam akan razia. Padahal udah jual ke mereka juga,” ungkapnya.

“Biasanya ada orang PT Timah jam 3 kesini untuk lihat kami dan menunggu penyetoran. Alasan mereka ini wilayah mereka dan mereka cuma mengamankan aset,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan, dirinya dan warga lain hanya mengais bekas-bekas timah yang ditinggalkan sebelumnya.

“Ibaratnya kami disana cuma ambil kerak nasi yang nyangkut di panci. Coba dari awal bikin perjanjian, kami ikhlas saja. Ini orang udah nambang, gak ada yang ganggu, eh tiba-tiba PT Timah bilang kami mau amankan aset. Kan lucu,” tegas penambang tersebut.

“Kami tau kami salah, cuma kami memang tak punya lagi pekerjaan lain. Tolonglah Aparat semuanya, jangan diminta lagi apa yang sudah kami usahakan dengan air keringat kami,” keluhnya.

Sementara itu, Kasat Pol PP dan Polisi enggan berkomentar terkait hal ini. Bahkan Kapolres Bangka Tengah saat awak media hendak melakukan konfirmasi terkait hal ini ditolaknya.(Erwin)

Home
Hot
Redaksi
Cari
Ke Atas