
“Ruang ini memberikan peluang bagi para pelaku UMKM tumbuh bersama, sekaligus membuka pasar baru yang berkelanjutan untuk jasa wisata, kuliner, dan kerajinan. Sehingga berdampak positif bagi masyarakat lokal,” ujar Denny Asalim.
Tahap pertama dalam pembangunan Mawatu di Labuan Bajo adalah Commercial Village, mencakup 130 unit shophouses seluas 5 hektar.
Dengan berbagai fasilitas modern, Mawatu sendiri berdiri di lahan seluas 12 hektar dan akan dibuka secara resmi pada Oktober 2025.
Baca juga: Destinasi Wisata Nimo Jungle Hotspring, Pemandian Air Panas di Bandung
Labuan Bajo menjadi salah satu DPSP (Destinasi Pariwisata Super Prioritas) di Indonesia. Tak hanya menjadi pusat wisata bahari, Labuan Bajo juga dikembangkan sebagai destinasi lifestyle terpadu.
Direktur Mawatu, Heryanto Kurniawan mengatakan, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman wisata yang lebih lengkap. Sehingga wisatawan yang berlibur di Labuan Bajo tidak hanya island hopping lalu pulang lagi.