
INTRIK.ID, JAKARTA — Pergantian pucuk pimpinan Angkatan Darat membawa perubahan penting dalam peta karier perwira tinggi TNI. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) kini menjadi Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT). Sementara itu, posisi KSAD diserahkan kepada Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Presiden Prabowo Subianto melantik keduanya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pengangkatan Maruli tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 105 TNI, sedangkan pengangkatan Tandyo sebagai KSAD ditetapkan melalui Keppres Nomor 106 TNI.
Rotasi tersebut menarik perhatian karena Tandyo sebelumnya menjabat Wakil Panglima TNI, sedangkan Maruli merupakan KSAD yang namanya sempat disebut dalam bursa calon Panglima TNI. Namun, keputusan terbaru itu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Maruli sengaja disingkirkan dari persaingan menuju pucuk pimpinan TNI.
Perubahan jabatan ini menempatkan dua jenderal pada posisi yang berbeda. Tandyo kini memimpin TNI Angkatan Darat, sementara Maruli mengemban jabatan Wakil Panglima TNI sekaligus kepala badan yang menangani perbatasan dan daerah terpencil.
Dari sisi jenjang karier, perpindahan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai peluang keduanya dalam dinamika kepemimpinan TNI ke depan.
Tandyo memiliki pengalaman di sejumlah jabatan strategis. Berdasarkan catatan ANTARA, ia pernah menjabat Pangdam IV/Diponegoro pada 2023–2024, Wakil KSAD pada 2024, sebelum dilantik menjadi Wakil Panglima TNI pada Agustus 2025.
Kini, ia dipercaya Prabowo memimpin Angkatan Darat.
Bagi Maruli, jabatan Wakil Panglima TNI menempatkannya pada posisi strategis dalam struktur organisasi TNI. Namun, rangkap jabatan sebagai kepala BNPPDT juga menambah tanggung jawabnya di bidang pengelolaan perbatasan dan daerah terpencil.