
Ia menjelaskan, banyak persoalan yang dihadapi remaja berawal dari keputusan-keputusan kecil yang dianggap sepele. Oleh sebab itu, remaja perlu memperkuat nilai agama, menjaga hubungan baik dengan keluarga, serta aktif mengikuti kegiatan yang bermanfaat.
“Isi waktu dengan hal-hal positif seperti belajar, berorganisasi, olahraga, maupun kegiatan keagamaan. Aktivitas seperti itu akan membantu membentuk karakter dan menghindarkan kita dari pergaulan yang tidak sehat,” tambahnya.
Suasana pembinaan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pertemanan maupun media sosial.
Perwakilan pengelola UPT Rusunawa, Sulis, mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa tersebut. Menurutnya, pembinaan seperti ini sangat dibutuhkan untuk memberikan ruang diskusi sekaligus motivasi bagi para remaja.
“Kami berharap materi yang disampaikan hari ini bisa menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar,” katanya.