
Gumala mengungkapkan, pihak medis setempat sudah membujuk orangtua untuk dibawa ke rumah sakit namun orangtua anak tersebut tak mau.
“Orangtuanya bilang trauma karena ada juga anak saudar yang dioperasi anus meninggal. Padahal sudah dibujuk oleh kepala puskemas dr. Fed (dr. Fedly Aristian-red) waktu itu. Tapi orangtuanya tetap tidak mau sampai kita rayu dengan berbagai cara dan akhirnya luluh dan baru mau dibawa ke Rumah Sakit,” ungkap Gumala.
Namun saat menginjak usia 1 tahun, bayi itu sempat dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa.
“Pertama dibawa ke RSUD Bangka Tengab, terus dirujuk ke Rumah Sakit Siloam. Namun waktu dibawa ke Siloam, pihak medis mengatakan belum bisa melakukan tindakan operasi karena ada ukuran yang harus dipenuhi. Saya gak tau ukuran apa namun orang siloam bilang gitu. Jadi orangtua anak itu disuruh kontrol oleh pihak puskesmas dan rumah sakit setiap bulan untuk melihat kondisinya, ” ucap Gumala.
Meski sudah disarankan untuk kontrol rutin, orangtua Siti tidak datang ke rumah sakit.