
Data tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan swasta menjadi tujuan kerja terbesar bagi responden lulusan UGM dalam survei tersebut.
Peluang karier alumni UGM mencakup berbagai sektor, seperti perbankan, industri manufaktur, energi, pertanian, teknologi, serta perusahaan jasa.
Namun, kategori perusahaan swasta dalam laporan itu tidak otomatis berarti seluruhnya merupakan perusahaan dalam negeri. Untuk membedakan perusahaan nasional dan asing, diperlukan data yang mengelompokkan tempat kerja berdasarkan kepemilikan atau skala operasinya.
ITB memiliki kekuatan pada bidang teknik, sains, teknologi, komputasi, dan disiplin lain yang berkaitan dengan industri.
Data Tracer Study ITB yang dipublikasikan pada 2025, berdasarkan alumni program sarjana angkatan 2017, menunjukkan bahwa dari alumni yang bekerja, 43 persen berada di perusahaan nasional, 32 persen di perusahaan multinasional, dan 25 persen di perusahaan lokal.
Komposisi tersebut memberikan gambaran bahwa alumni ITB tidak hanya terserap di perusahaan nasional, tetapi juga memiliki keterwakilan di perusahaan multinasional.
Untuk perusahaan dalam negeri, bidang yang relevan bagi lulusan ITB antara lain energi, pertambangan, telekomunikasi, manufaktur, konstruksi, dan teknologi.
Sementara itu, perusahaan multinasional di bidang teknologi, otomotif, energi, dan manufaktur dapat menjadi tujuan karier bagi lulusan dengan kompetensi yang sesuai.
Meski begitu, data tersebut berasal dari kelompok alumni dan periode tertentu. Angkanya tidak dapat langsung dianggap mewakili seluruh lulusan ITB saat ini.
IPB University memiliki karakteristik bidang keilmuan yang berkaitan erat dengan pertanian, pangan, peternakan, perikanan, lingkungan, biosains, dan pengelolaan bisnis.
Peluang kerja alumninya tidak terbatas pada sektor pertanian konvensional. Industri pangan, perkebunan, kehutanan, riset, rantai pasok, serta perusahaan berbasis teknologi pertanian juga membutuhkan kompetensi yang relevan.