
Dalam laporan pada Mei 2026, IPB menyebut 35,2 persen peserta survei wisuda pada 13 Mei 2026 telah memperoleh pekerjaan sebelum lulus. Kampus itu juga melaporkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, 83 persen lulusannya memperoleh pekerjaan dalam rentang nol hingga enam bulan setelah kelulusan.
Angka tersebut merupakan hasil survei yang dilaporkan IPB dan tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan skor QS atau persentase jenis perusahaan dari tracer study kampus lain, karena indikator dan kelompok respondennya berbeda.
Bagi perusahaan dalam negeri, kompetensi lulusan IPB relevan dengan industri pangan, agribisnis, perkebunan, dan produk konsumer. Di perusahaan multinasional, peluang dapat terbuka pada bidang pangan, pertanian berkelanjutan, riset, lingkungan, dan rantai pasok global.
Peluang kerja lulusan empat kampus tersebut dapat dipetakan berdasarkan sektor dan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
Perusahaan asing atau multinasional, misalnya, mencakup Google dan Microsoft di bidang teknologi, Unilever di industri barang konsumer, Toyota di otomotif, serta Siemens di teknologi industri. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kebutuhan profesi yang berbeda, sehingga jurusan, keterampilan, pengalaman magang, dan kemampuan bahasa dapat menjadi pertimbangan penting.
Sementara itu, perusahaan dalam negeri yang memiliki beragam kebutuhan tenaga kerja antara lain Telkom Indonesia dan Telkomsel di bidang telekomunikasi, Pertamina di sektor energi, Astra di bidang otomotif dan industri, BCA dan Bank Mandiri di sektor keuangan, serta Indofood di industri pangan.
Nama-nama tersebut merupakan contoh perusahaan berdasarkan sektor bisnis, bukan daftar perusahaan yang terbukti paling banyak merekrut lulusan dari salah satu kampus di atas. Tidak tersedia data pembanding yang cukup dalam sumber yang ditelusuri untuk menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut lebih mengutamakan alumni UI, UGM, ITB, atau IPB.
Jika acuannya adalah indikator employability QS WUR 2026, UI berada di posisi tertinggi, diikuti UGM, ITB, dan IPB University.
Namun, jika pertanyaannya adalah kampus mana yang alumninya paling banyak direkrut perusahaan asing atau perusahaan dalam negeri, jawabannya belum bisa dipastikan hanya dari pemeringkatan tersebut.
Data perekrutan berdasarkan nama kampus, jumlah alumni yang diterima, jenis perusahaan, dan periode perekrutan diperlukan agar perbandingannya benar-benar setara.
Pada akhirnya, nama kampus dapat membantu membangun reputasi awal, tetapi peluang seseorang memperoleh pekerjaan juga dipengaruhi kompetensi, pengalaman, bidang studi, kemampuan berkomunikasi, dan kebutuhan perusahaan.