
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Nelayan Bangka Tengah keluhkan dugaan limbah minyak di Laut Koba-Lubuk Besar. Terlihat, gumpalan minyak hitam dan sampah membanjiri laut Koba-Lubuk. Masyarakat nelayan bahkan sudah meminta LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Milenial untuk melaporkan ke pihak berwajib.
Disisi lain, Dairi selaku ketua LBH Milenial Minta sudah mendapatkan mandat tersebut. Pihaknya meminta agar APH dan Pemerintah segera Bertindak.
“Beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang nelayan sedang memancing di laut namun menemukan adanya limbah minyak yang mengapung di permukaan air. Dalam video tersebut, nelayan itu mengeluhkan kondisi laut yang tercemar dan berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut, ” jelasnya di Koba, Selasa (1/4/2026).
Ia melanjutkan, nelayan tersebut menduga limbah minyak yang mencemari perairan itu berasal dari aktivitas pabrik kelapa sawit yang berada tidak jauh dari wilayah pesisir. Kondisi ini dikhawatirkan dapat merusak ekosistem laut serta berdampak langsung terhadap penghasilan para nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil laut.
“Jika benar adanya dugaan limbah minyak yang mencemari laut dan merugikan masyarakat nelayan, maka kami meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Lingkungan laut adalah sumber kehidupan masyarakat pesisir yang harus dijaga bersama,” tegasnya.
Ketua yang biasa disapa Dodoy itu juga menambahkan bahwa pencemaran lingkungan tidak boleh dianggap sepele, karena selain merusak ekosistem, hal tersebut juga dapat melanggar aturan hukum yang berlaku.
“Jangan sampai masyarakat nelayan yang menjadi korban. Kami meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan pengecekan dan mengambil sampel air untuk memastikan sumber limbah tersebut. Jika terbukti ada perusahaan yang bertanggung jawab, maka harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.
LBH Milenial juga menyatakan siap mengawal persoalan ini demi melindungi hak-hak masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan laut.