
Wali kota yang mengawali karirnya sebagai ASN ini berharap kedepan Pangkalpinang menjadi barometer di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk terhindar dari konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
“Saya ingin duduk satu meja. Kita selesaikan Pangkalpinang secara bersama-sama. Tidak ada konflik, adem rasanya. Saya mohon kita jaga dan jalin seperti dulu,” ungkap wali kota yang pernah menjabat Pj. Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu tersebut.