
INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan bukan berarti sektor pertanian sulit berkembang. Pemerintah Kota Pangkalpinang justru mendorong pemanfaatan pekarangan rumah dan lahan terbatas melalui program urban farming atau pertanian perkotaan.
Langkah ini diharapkan semakin berkembang dengan hadirnya Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang dapat menjadi mitra strategis dalam mendorong kemajuan petani, khususnya di Kota Pangkalpinang.
Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Dimas, mengatakan karakteristik Pangkalpinang berbeda dengan daerah kabupaten lainnya. Karena itu, pengembangan pertanian perlu menyesuaikan kondisi wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
“Harapan kita dengan hadirnya HKTI, para petani yang ada di Bangka Belitung, khususnya Pangkalpinang, bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Menurut Dimas, Pemkot Pangkalpinang melalui Dinas Pangan dan Pertanian telah memiliki program urban farming yang menyasar pemanfaatan lahan-lahan terbatas, termasuk pekarangan rumah masyarakat.
Konsep tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai metode pertanian modern, seperti hidroponik, akuaponik, dan model budidaya lainnya yang tidak membutuhkan lahan luas.
Dengan pendekatan tersebut, rumah-rumah warga yang memiliki pekarangan terbatas tetap berpeluang menjadi ruang produktif untuk menghasilkan komoditas pertanian.
Di sisi lain, pengembangan pertanian juga terus dilakukan di kawasan Tuatunu. Dimas menjelaskan, tanaman nanas yang dikembangkan di kawasan tersebut merupakan milik masyarakat dengan total luasan tanam sekitar delapan hektare.
Pengembangannya turut mendapatkan pendampingan dari para penyuluh pertanian agar potensi pertanian masyarakat dapat terus dikembangkan.
Kehadiran HKTI diharapkan tidak sekadar menjadi wadah organisasi petani, tetapi juga mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, memberikan dorongan bagi petani, serta membuka peluang pengembangan sektor pertanian sesuai potensi wilayah.
Bagi Pangkalpinang, masa depan pertanian tidak selalu harus bergantung pada hamparan kebun yang luas. Pekarangan rumah pun bisa menjadi lahan produktif jika dikelola dengan tepat.