
“Diduga aksi ini dilakukan siang hari, karena paginya belum ada laporan terkait ini (vandalisme). Setelah dicek ternyata ada sekitar 20 kuburan yang dicoret-coret menggunakan pilox berwarna merah,” kata Aming, Selasa (24/1/2023).
Pihaknya mengaku sangat menyayangkan aksi tersebut, lantaran tidak memberikan manfaat yang baik untuk orang banyak.
Bahkan, kata dia, pihak Yayasan sudah melaporkan peristiwa Vandalisme ini ke pihak Polres Bangka. Menurut Aming, sudah ada tindak-lanjut dari laporan tersebut dan polisi sudah melakukan pengecekan lokasi.