Kriminalitas di Kalangan Pemuda Berulang dan Makin Mengerikan

    Supriatin S.E

    Belum lagi masalah krisis identitas. Hal ini pun telah mengidap banyak pemuda saat ini. Mereka tidak tau siapa diri mereka sebenarnya. Sistem sekuler kapitalis telah membutakan para pemuda untuk mengenali diri mereka sesungguhnya. Menyebabkan mereka tidak tahu dari mana mereka berasal, untuk apa mereka hidup didunia ini, lalu kemana mereka kelak setelah maninggal. Karena memang sistem ini bertujuan untuk menghilangkan jati diri seorang muslim dari agamanya. Mereka boleh beragama tapi tidak boleh menjadikan agama sebagai panduan hidup mereka, yang artinya agama hanya hitam diatas putih, namun jangan menjadikan agama mengakar dalam jiwa, nampak dalam perbuatan individu, bermasyarakat dan bernegara. Hal inilah yang diinginkan dalam sistem sekuler kapitalis. Sehingga banyak pemuda yang tidak bangga dengan jati dirinya sebagai seorang muslim serta enggan mengambil aturan islam sebagai pedoman hidup.

    Tidak dapat dipungkiri keluarga menjadi tempat pertama bagi para pemuda untuk tumbuh kembang serta membentuk karakter. Namun dalam penerapan sistem  sekuler kapitalis meniscayakan disfungsi keluarga dalam membentuk karakter anak. Karena beban ekonomi dalam sisten kapitalis telah menjadikan keluarga banyak masalah. Diantara masalahnya orang tua yakni ibu dan bapak, sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup yang serba mahal. Mulai dari sandang, pangan dan papan serta pajak, pendidikan dan kesehatan,  dll. Dengan sibuknya kedua orang tua menjadikan anak kurang perhatian, anak mudah terjerumus dalam tindakan kriminal. Padahal selain materi anakpun membutuhkan kasih sayang, perhatian, yang nama semua itu tidak kalah penting dari materi. Namun sayang penerapan sistem sekuler kapitalis telah banyak menimbulkan problem dalam keluarga. Belum lagi kasus maraknya perselingkuhan, kekerasan dalam rumah, ibu/ayah yang terlibat kemaksiatan, misalnya judi online, pinjaman online dll. Semua ini karena penerapan sistem sekuler kapitalislah yang telah merusak fungsi keluarga.

    Pages: 1 2 3Show All
      Ikuti kami di Facebook