
Namun saat kembali menuju Pangkalpinang sekira pukul 22.30 WIB, ada orang melambaikan tangan sekitar 500 meter sebelum Simpang Jurung Kecamatan Merawang dengan ciri-ciri laki-laki tinggi 170 centimeter menggunakan masker, topi dan jaket kulit hitam dan meminta tolong untuk diantarkan ke rumah.
“Karena ingin menolong, korban menaikkan pelaku tanpa ada rasa curiga. pada saat sampai di tikungan daerah perkuburan Desa Dwi Makmur, pelaku mengancam menggunakan pisau dan menyuruh korban untuk berhenti dan turun,” jelasnya.
Namun, pada saat korban turun dari mobil, ada dua orang lainnya dengan ciri-ciri tinggi 163 centimeter dan 169 centimeter membawa balok dan senjata tajam serta menggunakan mobil avanza hitam tanpa plat nomer dan langsung menghampiri korban. Kemudian pelaku langsung menyandarkan korban ke mobil sambil menggeledah badan korban dan ingin mengambil kunci mobil yang ada di kantong celana sebelah kanan korban.
“Karena takut kunci mobil korban diambil, pada saat itu juga korban melawan dan terjadilah perkelahian, dikarenakan ketiga pelaku panik, pelaku melarikan diri menggunakan avanza hitam ke arah Desa Kimak, dan korban langsung masuk ke dalam mobil lalu pulang ke rumah,” bebernya.