Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Korban Dalam Video Begal Ditemukan, Ternyata Sopir Rektor Unmuh Babel

376
×

Korban Dalam Video Begal Ditemukan, Ternyata Sopir Rektor Unmuh Babel

Sebarkan artikel ini
IMG 20230330 WA0029
Foto: Kapolsek Merawang, Iptu Teguh saat menemui korban di rumah sakit. (Ist)

INTRIK.ID, BANGKA — Kasus pembegalan yang terjadi di Kecamatan Merawang, Bangka menemui titik terang. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil menemukan korban yakni Rizki Septiono yang merupakan sopir Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.

Kapolsek Merawang, IPTU Teguh Widodo mengatakan saat ini korban sedang dirawat di RS Bhaktiwara Pangkalpinang dengan beberapa luka goresan akibat senjata tajam.

“Dari hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami beberapa luka gores di bagian tangan sebelah kiri diakibatkan benda tajam, luka lebam di bahu sebelah kiri, dan luka gores di bagian kepala,” ungkapnya, Kamis (30/3/2023).

Teguh mengatakan peristiwa itu bermula saat korban menghantarkan Rektor Unmuh Babel, Ustad Fadilah Sobri menuju rumahnya yang berada di Sungailiat.

Namun saat kembali menuju Pangkalpinang sekira pukul 22.30 WIB, ada orang melambaikan tangan sekitar 500 meter sebelum Simpang Jurung Kecamatan Merawang dengan ciri-ciri laki-laki tinggi 170 centimeter menggunakan masker, topi dan jaket kulit hitam dan meminta tolong untuk diantarkan ke rumah.

“Karena ingin menolong, korban menaikkan pelaku tanpa ada rasa curiga. pada saat sampai di tikungan daerah perkuburan Desa Dwi Makmur, pelaku mengancam menggunakan pisau dan menyuruh korban untuk berhenti dan turun,” jelasnya.

Namun, pada saat korban turun dari mobil, ada dua orang lainnya dengan ciri-ciri tinggi 163 centimeter dan 169 centimeter membawa balok dan senjata tajam serta menggunakan mobil avanza hitam tanpa plat nomer dan langsung menghampiri korban. Kemudian pelaku langsung menyandarkan korban ke mobil sambil menggeledah badan korban dan ingin mengambil kunci mobil yang ada di kantong celana sebelah kanan korban.

“Karena takut kunci mobil korban diambil, pada saat itu juga korban melawan dan terjadilah perkelahian, dikarenakan ketiga pelaku panik, pelaku melarikan diri menggunakan avanza hitam ke arah Desa Kimak, dan korban langsung masuk ke dalam mobil lalu pulang ke rumah,” bebernya.

Meskipun demikian, Teguh mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Kalau berdasarkan keterangan korban benar (pembegalan) namun masih dibutuhkan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya,” katanya.

Untuk mencegah tindak kejahatan, pihaknya mengatakan akan melakukan Patroli Jalanan di sekitar titik rawan begal dan daerah minim penerangan.

“Tidak menutup kemungkinan aksi begal kembali terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam memberdayakan pos-pos Siskamling dan ronda keliling di tempat minim penerangan,” tandasnya.(red)