
Menurut Ridwan nelayan tidak mau tau siapa pelaksana yang mengeruk alur muara, asal bisa perahu bisa keluar masuk sudah bahagia.
“Nelayan itu sangat simpel selagi muara terbuka dengan lebar dan alur transportasi nelayan lancar mereka sangat bahagia. Apalagi perusahaan yang kerja bisa melakukan pembuatan break water atau sedimen trap, sehingga meminimalisir terjadi sedimentasi di alur muara, nelayan sangat bersyukur dan sangat bahagia.Mau ada intan, mutiara, emas di luar sana mereka tidak peduli.. Yang terpenting muara air kantung lancar dan proses bongkar muat nelayan siang malam, alur pelabuhan bisa dilewati itu kebahagiaan besar bagi nelayan Sungailiat,” ujarnya.
Ridwan juga menyatakan kepada pemerintah Propinsi dan Kabupaten Bangka, segera dilakukan tindakan cepat agar masalah air kantung ini bisa normal kembali demi kepentingan nelayan.