
Apabila pengguna mencoba memanfaatkan virtual number yang tidak bisa dihubungi, maka kemungkinan besar pengguna tidak dapat melanjutkan proses registrasi.
Penyebab Telegram di banned berikutnya adalah penyebaran konten berbau seksual. Telegram adalah salah satu platform perpesanan yang sangat aman dan memprioritaskan privasi penggunanya. Sehingga pengembang aplikasi ini sangat mengecam segala bentuk konten yang berbau seksual dan ketelanjangan.
Apabila pengguna bersikeras membagikan konten-konten eksplisit tersebut, secara otomatis sistem aplikasi ini akan mendeteksi tindakan itu. Sesegera mungkin Telegram akan memblokir akun pengguna, sehingga pada akhirnya tidak dapat menggunakan aplikasi sama sekali.
Upaya pertama yang bisa pengguna lakukan untuk mengatasi Telegram yang diblokir adalah dengan menghubungi layanan pengguna. Anda bisa mengirim email ke Tim Support dan menjelaskan kronologi masalah mengapa akun terblokir. Untuk mengirim email ini, pengguna bisa mengakses opsi Help di bawah notifikasi banned.
Cara kedua adalah dengan mengisi form bantuan yang telah tersedia di website resmi Telegram. Di laman tersebut developer telah menyediakan menu pengaduan. Memungkinkan pengguna mendapatkan berbagai solusi dan bantuan terkait masalah yang mungkin terjadi, seperti akun dibanned dan lain sebagainya.
Itulah beberapa penyebab Telegram di banned dan bagaimana cara memulihkannya. Ada banyak sekali regulasi yang wajib pengguna patuhi supaya akun tetap bisa berfungsi dengan baik. Sebaiknya selalu patuhi aturan tersebut agar akun Telegram tetap aman.