
“Ini untuk mengurangi tingkat pengangguran di Pangkalpinang. Pelatihan ini merupakan salah satu program strategis Kota Pangkalpinang karena kebutuhan ketenagakerjaan dan lapangan kerja itu membutuhkan keahlian hingga kompetensi yang standar, baik nasional maupun internasional,” kata Saparudin.
Menurutnya, dunia kerja semakin membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kompetensi yang dapat dibuktikan. Karena itu, pelatihan tidak hanya diarahkan agar peserta bisa bekerja di Pangkalpinang, tetapi juga memiliki peluang memasuki pasar kerja yang lebih luas.
“Dunia kerja itu membutuhkan tenaga-tenaga yang punya keterampilan, kompetensi yang standar,” ujarnya.
Saparudin kemudian menceritakan pengalamannya ketika mencari kopi yang sesuai dengan selera. Ia mengaku pernah harus mendatangi tiga tempat dalam satu malam karena belum menemukan kopi yang dianggap tepat.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa pekerjaan tertentu membutuhkan pengetahuan dan kompetensi, bukan sekadar kemampuan dasar.