
“Masyarakat di Kota Mentok sangat bersahabat, ramah menyambut kami. Mereka melambaikan tangan dan tersenyum, membuat kami merasa nyaman selama berada di sini,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan MTI Mentok sebagai bangunan bersejarah yang terawat dengan baik. Menurutnya, museum ini menjadi ruang penting untuk mengenang sejarah sekaligus menyampaikan kisah masa lalu kepada generasi saat ini.
“Kota Mentok adalah kota tua, dan museum ini salah satu bangunan lama yang telah dipugar dengan baik. Saya bangga karena sejarah negeri dan keluarga kami yang gugur di sini diceritakan di museum. Ini menjadi sarana edukasi yang sangat baik bagi pengunjung,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Fakhriansah, mengatakan kunjungan keluarga korban Perang Dunia II ke Kota Mentok sudah menjadi agenda rutin setiap tahun.