Kelompok Tani Air Jangkang Berhasil Panen Nanas Badau di Lahan Eks Tambang

INTRIK.ID, BELITUNG — Kelompok Tani Air Jangkang di Desa Badau, Kabupaten Belitung akhirnya bisa memanen nanas di lahan bekas tambang.

Berkat bantuan PT Timah, kelompok tani ini menanam nanas badau yang merupakan nanas lokal yang dibudidayakan oleh petani setempat secara tradisional.

Ketua Kelompok Tani Air Jelutung, Suhari, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan pengalaman pertama mereka dalam mengelola lahan bekas tambang untuk budidaya nanas.

“Ini pertama kalinya kami menanam nanas di lahan bekas tambang bersama PT Timah. Awalnya pertumbuhan tanaman cukup lambat, meskipun sudah mencoba berbagai jenis pupuk. Namun setelah menggunakan kotoran ayam, pertumbuhannya mulai membaik,” ujarnya.

Space Iklan/0853-1197-2121

Meski hasil panen pertama belum maksimal karena kondisi tanah, Suhari menilai kualitas rasa nanas tetap terjaga. Ia optimistis, dengan pendampingan berkelanjutan dari PT Timah, lahan ini bisa menjadi sentra perkebunan nanas yang produktif dan bernilai ekonomis.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT Timah atas dukungan dan pendampingan yang diberikan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kelompok kami, dan ke depan kami yakin bisa menjadikan lahan eks tambang ini sebagai kebun nanas yang lebih baik,” tambahnya.

Suhari juga berharap para anggota kelompok tani tetap semangat dan kompak dalam menghadapi tantangan.

“Kami tahu ini tidak mudah, tapi kami percaya bahwa tidak ada usaha yang mengkhianati hasil,” katanya.

Space Iklan/0853-1197-2121

Sementara itu, Sekretaris Desa Badau, Janiwati, mengapresiasi langkah PT Timah yang telah melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lahan eks tambang melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan dampak positif bagi perekonomian kelompok tani. Ini bukan hanya bantuan fisik, tapi juga ada pendampingan dan pembinaan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Janiwati.

Ia juga menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan bekas tambang tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal kualitas tanah. Namun, dengan kolaborasi yang terus ditingkatkan, ia yakin hasil pertanian dari lahan eks tambang bisa sejajar dengan lahan produktif lainnya.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini tidak berhenti di tanaman nanas saja, tapi juga dikembangkan untuk komoditas lain seperti sawit atau tanaman hortikultura lainnya. Terima kasih PT Timah yang telah melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lahan eks tambang,” tutupnya. (*)

Sumber: PT Timah

Mungkin Suka Ini juga:
Santri Tahfiz Al-Quran Dapat Sarung dan Peci Baru

Santri Tahfiz Al-Quran Dapat Sarung dan Peci Baru

Berdiri Sejak 1974, Masjid Agung Darussalam Akhirnya Dapat Direnovasi

Berdiri Sejak 1974, Masjid Agung Darussalam Akhirnya Dapat Direnovasi

Jelang Lebaran, PT Timah Bagi-bagi Sembako di Bangka Barat

Jelang Lebaran, PT Timah Bagi-bagi Sembako di Bangka Barat

PT Timah Dukung Pesantren Kilat Remaja Belitung Timur

PT Timah Dukung Pesantren Kilat Remaja Belitung Timur

Marbot ini Terima Langsung Bantuan dari Komisaris PT Timah

Marbot ini Terima Langsung Bantuan dari Komisaris PT Timah

Senyum Fahri dan Soleh, Tahfiz Quran dan Anak Yatim Piatu

Senyum Fahri dan Soleh, Tahfiz Quran dan Anak Yatim Piatu

    Ikuti kami di Facebook