
Ratih juga menyoroti tantangan struktural yang masih dihadapi perempuan dalam dunia kerja, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara peran profesional dan keluarga. Ia menegaskan bahwa minimnya perempuan di posisi puncak bukan karena kurang kompeten, melainkan karena belum tersedianya ekosistem kerja yang sepenuhnya ramah bagi perempuan.
“Banyak perempuan berprestasi, namun ketika memasuki fase berkeluarga dan memiliki anak, tidak sedikit yang harus mundur. Dunia kerja belum sepenuhnya menyediakan ruang yang ramah bagi perempuan untuk tetap bertanggung jawab terhadap keluarga dan karier,” katanya.
Ia berharap PT Timah Tbk terus memperkuat keberpihakan kepada perempuan melalui penciptaan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah keluarga, termasuk dukungan pada fase-fase krusial kehidupan perempuan.
Dalam kesempatan tersebut, Ratih juga mengapresiasi keberadaan komunitas Women In TINS sebagai ruang kebersamaan dan saling menguatkan antar perempuan di PT Timah Tbk.
“Saya berharap kedepannya akan lebih banyak kegiatan positif bersama Women In TINS, bukan hanya menumbuhkan rasa kebersamaan, saling menguatkan dan memberikan kontribusi bagi perusahaan,” pesannya.
Profesional Coach dan Praktisi Transformasi Organisasi A.Darmawantik menyampaikan sharing pengalaman dan juga menjelaskan materi Women Leadership Transformational. Ia menekankan pentingnya kesadaran diri sebagai fondasi kepemimpinan perempuan.
“Ini bukan hanya tentang memimpin orang lain, tetapi memimpin diri sendiri terlebih dahulu. Dimulai dari pikiran, keyakinan, pilihan, serta arah hidup dan karier kita. Perempuan yang berdaya bukan yang paling keras suaranya, tetapi yang paling kuat kesadarannya,” jelasnya.