Kario: Dewan Kesenian Tak Berguna

    Foto: Penggiat seni pantun, Kario. (Ist)

    Kario bahkan menegaskan, dirinya sebagai putra Bangka Tengah merasa tak pernah dibutuhkan seperti pekerja seni lainnya yang ada di Bangka Tengah.

    “Saya nih yang makai dari Pangkalpinang. Bangka Tengah gak pernah makai saya. Harusnya, Dinas Pariwisata dan Budaya buat program juga untuk kami,” tegas Kario.

    “Saya ini 18 tahun melestarikan budaya pantun kita sebagai rumpun melayu. Tapi apa, sampai saat ini Bangka Tengah ataupun Bangka Belitung tak peduli dengan keadaan dan kehadiran pekerja senin seperti kami. Malah Polda yang nyindir pemerintah sampai bikin acara lomba pantun. Kan gak etis,” sambungnya.

    Kario berharap pekerja seni yang ada bisa dikoordinir dengan baik dan bisa mendapat ruang untuk menyalurkan keterampilannya agar bisa melestarikan seni dan budaya di Bangka Tengah.

    “Tanpa seni hidup hampa. Saya cuma berpesan, yo same same jage budaya kite. Ajarkan ke anak-anak kite, bikin lomba tiap tahun untuk pelestarian budaya. Bahkan, bikin perda dan kurikulum sendiri untuk anak-anak belajar pantun, tari dan lainnya,” tutup Kario.(Erwin)

    Pages: 1 2 3Show All
      Ikuti kami di Facebook