Kario: Dewan Kesenian Tak Berguna

    Foto: Penggiat seni pantun, Kario. (Ist)

    Kario bahkan menunjukan beberapa piagam dirinya yang mampu membawa nama Indonesia di kanca international dalam hal berpantun namun penghargaan tersebut tidak berarti ketika sudah diraihnya.

    “Percuma banyak piagam saya gak ada gunanya. Pas saya pulang untuk menghibur dan mengabdi untuk Bangka Tengah jadi gak guna. Di banggakan sesaat lalu di buang gitu aja,” kata pemantun asal Kurau tersebut.

    Kario menjelaskan, budaya dan seni adalah warisan yang tidak boleh hilang dari negeri Selawang Segantang ini karena untuk menjaga keaslian dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

    “Jangan cuma urus pariwisata. Harusnya seni dan budayanya dulu di kokohkan. Kalau kokoh, pariwisata ngikut. Contoh kecil kepri dan bali,” jelas Kario.

    “Harusnya pemerintah kita bikin satu kurikulum muatan lokal budaya khusus untuk belajar Budaya kita seperti pantun, menari dan lainnya bukan malah budaya orang lain yang dipelajari. Bahkan, kalau bisa kombinasikan agar para pekerja seni punya tempat penyalurannya dan terus hidup,” lanjutnya.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook