
Pengurus Harian Yayasan TPU Kemujan, Aming Hoya mengatakan, aksi tersebut baru diketahui pada Minggu (22/1/2023) saat pihak keluarga datang ke kuburan leluhurnya.
“Diduga aksi ini dilakukan siang hari, karena paginya belum ada laporan terkait ini (vandalisme). Setelah dicek ternyata ada sekitar 20 kuburan yang dicoret-coret menggunakan pilox berwarna merah,” kata Aming.(red)