
Setibanya di lokasi, tim menemukan kapal nelayan dalam kondisi lego jangkar. Keempat nelayan kemudian dievakuasi untuk dibawa menuju daratan.
Selain mengevakuasi para korban, tim SAR juga membawa mesin kapal yang mengalami kerusakan. Sementara kapal ditinggalkan sementara di lokasi dalam kondisi lego jangkar dan rencananya akan diambil kembali setelah mesin selesai diperbaiki.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika mengapresiasi kesigapan pelapor yang segera menghubungi Basarnas setelah mengetahui empat nelayan mengalami kendala di tengah laut.
Menurutnya, dalam kondisi darurat di laut, kecepatan informasi menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat proses pertolongan.
“Begitu kami menerima laporan, tim langsung kami siapkan dan bergerak menuju lokasi. Alhamdulillah, seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi di laut memiliki tantangan tersendiri, terlebih operasi dilakukan pada sore hingga malam hari dengan jarak pandang yang terbatas.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan, sebelum melaut agar memastikan kondisi kapal dan mesin dalam keadaan baik, membawa alat komunikasi serta perlengkapan keselamatan. Jika mengalami kondisi darurat, segera sampaikan informasi kepada kami agar dapat dilakukan pertolongan secepat mungkin,” tegas Mikel.