
Meski demikian, belum ada informasi terverifikasi yang menunjukkan bahwa dugaan penolakan masuk dalam SK kontingen tersebut berkaitan dengan penyelidikan dana hibah KONI.
Saat dikonfirmasi INTRIK.ID pada Kamis (22/10/2026), ajudan Kajari Bangka Tengah bernama Zul menyampaikan bahwa Petrus belum bersedia menemui awak media dan mengarahkan permintaan penjelasan kepada Kepala Seksi Intelijen.
“Pak Kajari serahkan ke Kasi Intel Kejari Bangka Tengah untuk menjelaskan,” ujar Zul.
Menindaklanjuti arahan tersebut, INTRIK.ID berupaya menghubungi Kasi Intel Kejari Bangka Tengah, Bram, guna memperoleh keterangan mengenai kabar tersebut.
Konfirmasi yang diminta meliputi kebenaran informasi bahwa Kajari tidak bersedia namanya dicantumkan dalam SK Kontingen Porprov, alasan di balik sikap tersebut, serta apakah terdapat pertimbangan tertentu terkait keterlibatan unsur kejaksaan dalam kegiatan olahraga daerah.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban yang diterima dari pihak Kasi Intel.