
Ia meminta agar seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, provinsi, DPRD dan Thorcon jangan membuat gaduh di desa mereka yang saat ini sedang tenang dan damai.
“Intinya kami gak mau ganggu aktivitas masyarakat kami apalagi sampai ganggu mata pencaharian nelayan kami. Itu saja, ” tukas Gani.
Sementara itu, Manajer Junior Operasional PT Thorcon, Andri membenarkan jika pihaknya memang belum melakukan sosialisasi secara formal. Ia menilai, warna pro dan kontra terhadap rencana pembangunan PLTN oleh Thorcon merupakan hal wajar.
“Memang kami baru sekali melakukan sosialisasi di Desa Batu Beriga. Kami juga memaklumi pro kontra yang ada, ” ungkapnya.