
“Tidak kita pungkiri, sekarang memang zaman serba sulit. Pembangunan terhambat karena dana refocusing untuk Covid. Ini tantangan utama untuk pemulihan ekonomi. Vaksin salah satu solusinya. Disinilah peran penting media untuk mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang arti pentingnya vaksinasi. Melalui jaringan pemberitaan JMSI Sumbar ini saya berharap agar memberikan fungsi-fungsi pemberitaan dan fungsi-fungsi wacana publik yang mencerahkan masyarakat dan membantu bangsa ini keluar dari krisis,” kata Audy.
Dalam sambutan sebelumnya, Sekjen JMSI, Mahmud Marhaba mengungkapkan bahwa digelarnya Rakerda ini adalah mengkonsolidasikan program kerja JMSI termasuk mempersiapkan JMSI menjadi konstituen di Dewan Pers melalui verfikasi faktual di daerah. Kehadiran JMSI di 29 Provinsi di Indonesia dengan 500 lebih perusahan pers sebagai anggotanya diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi pers tanah air.
“Sumbar adalah daerah yang ketujuh untuk verifikasi faktual di Dewan Pers, minimal terdapat 10 pengurus pers di daerah sebagai persyaratan batas minimum keanggotaan. JMSI memang masih muda, lahir 8 Februari 2020 lalu. Tapi kita yang tercepat untuk mendaftar di Dewan Pers. Ini penting untuk menjaga marwah pers dari media abal-abal dan jurnalis yang tidak kompeten,” jelas Mahmud.