Jembatan Cincin Jatinangor, Jejak Sejarah Kolonial yang Masih Bertahan di Sumedang

    Intrik.id – Jembatan Cincin Jatinangor merupakan salah satu tempat bersejarah yang ada di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Tempat ini merupakan bangunan peninggalan Belanda di era kolonial yang masih kokoh berdiri hingga kini. Bahkan masyarakat masih bisa melewatinya dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor.

    Baca juga: Danau Shila Sawangan Depok, Harmoni Wisata Alam dan Hunian Modern di Tengah Kota

    Mengenal Sejarah Jembatan Cincin Jatinangor di Sumedang

    Jembatan peninggalan era penjajahan ini berada di daerah Cisaladah, Cikuda, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Desainnya memiliki 11 tiang penyangga dengan 10 lengkungan menyerupai cincin setengah lingkaran. Bentuknya yang unik tersebut membuat bangunan ini kian menarik jika melihatnya dari bawah atau dari kejauhan.

    Jembatan ini sendiri menjadi penghubung Cikuda menuju area permukiman seberangnya dan sering digunakan warga sekitar. Ukurannya terbilang tidak terlalu lebar sehingga hanya bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor. Namun bagi siapa saja yang melewatinya wajib untuk berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaan seperti terjatuh.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Banyak orang baik warga lokal hingga mahasiswa melewati bangunan ini dalam rangka aktivitas sehari-hari. Ada juga orang yang sengaja melewati Jembatan Cincin Jatinangor ini untuk mengenang sejarahnya dan melihat bangunan ini dari dekat. Banyak juga yang mengambil foto atau video estetik untuk diunggah ke media sosial.

    Baca juga: Pesona Desa Wisata Religi Leuwimunding di Majalengka, Jawa Barat, Destinasi Ziarah dengan Nilai Sejarah dan Spiritual

    Dari atas jembatan ini, kita bisa melihat pemandangan menakjubkan karena posisinya yang cukup tinggi. Kita bisa melihat pemandangan Gunung Manglayang, Gunung Geulis, Kompleks Universitas Padjajaran, hingga jalur Bandung-Sumedang. Bangunan ini pun bisa menjadi background foto maupun video yang estetik dan unik dari kejauhan.

    Sejarahnya di Era Kolonial Belanda

    Jembatan ini dibangun tahun 1917 oleh Staat Spoorwegen Verenigde Spoorwegbedrijf yaitu perusahaan kereta api milik Belanda. Fungsinya yaitu menjadi jalur kereta yang menghubungkan antara wilayah Rancaekek dengan wilayah Jatinangor sepanjang 5,25 km. Jalur kereta ini berfungsi untuk mengangkut berbagai hasil panen dari perkebunan milik warga setempat.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Pemerintah Belanda kemudian meminta memperluas pembangunan Jembatan Cincin Jatinangor ini hingga ke Tanjungsari dan Citali. Jaraknya kurang lebih 11,5 km dan memiliki tujuan agar jalur bisa bermanfaat untuk masyarakat umum. Namun karena keterbatasan anggaran rencana perluasan tersebut tidak berlanjut dan hanya berhenti di Tanjungsari.

    Jalur kereta ini pun akhirnya mulai beroperasi pada tahun 1921 untuk mengangkut berbagai hasil panen. Hasil perkebunannya seperti teh dan karet dari wilayah Jatinangor yang saat itu di bawah kekuasaan perusahan swasta milik Belanda. Namun setelah kekuasan jatuh ke tangan Jepang pada tahun 1942, kereta pembawa hasil panen tidak melintas lagi.

    Jembatan di Era Kolonial Jepang

    Pada masa kedudukan kolonial Jepang pada tahun 1942 hingga 1945 jalur kereta api ini sudah berhenti beroperasi. Bahkan Jepang juga membongkar rel kereta dan menggunakannya untuk membangun jalur kereta Saketi-Bayah di Banten. Karena itulah jalur kereta ini hanya tinggal jembatan tanpa rel besi tidak seperti jalur kereta umumnya.

    Meskipun Jepang mengambil rel besi dan struktur logam lainnya, namun mereka membiarkan struktur Jembatan Cincin Jatinangor. Seiring waktu, jalur kereta ini pun menjadi jembatan yang menghubungkan penghubung antar kampung. Banyak warga melewatinya untuk menuju tempat atau kampung lain dengan berjalan kaki.

    Landmark Menarik di Jatinangor

    Sejarahnya yang panjang menjadikan bangunan peninggalan Belanda ini sebagai salah satu landmark menarik di Jatinangor. Masyarakat dari berbagai wilayah bisa melihat keindahan arsitekturnya dengan mengunjungi wilayah di Jatinangor. Terdapat spot untuk memandang keindahan bangunan ini yang berpadu dengan area persawahan milik warga di bawahnya.

    Tempat ini pun juga terlihat semakin menarik dengan adanya kisah horor yang menyebar di kalangan masyarakat. Namun adanya cerita horor tersebut justru juga menjadi nilai tambah bagi pada penggemar kisah horor. Meskipun begitu ada pula warga yang menyanggah mengenai kisah horor tersebut mengatakan jembatan tersebut aman.

    Baca juga: Pesona Agrowisata Saung Manglid, Belajar Tanam dan Petik Sayur Langsung dari Kebun

    Jembatan Cincin Jatinangor yang merupakan bangunan peninggalan Belanda ini tentunya penting untuk selalu dijaga. Jangan sampai bangunanya rusak karena bangunan ini memiliki nilai sejarah yang sangat berharga. Tempat ini pun bisa menjadi spot wisata yang menarik terutama bagi para penggemar sejarah. Karena itu pun tidak heran jika semakin banyak orang yang tertarik dengan Jembatan Cincin di Jatinangor ini.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Danau Shila Sawangan Depok, Harmoni Wisata Alam dan Hunian Modern di Tengah Kota

    Danau Shila Sawangan Depok, Harmoni Wisata Alam dan Hunian Modern di Tengah Kota

    Villa Nakula Hadirkan Tren Baru Akomodasi Mewah untuk Liburan Keluarga di Bali

    Villa Nakula Hadirkan Tren Baru Akomodasi Mewah untuk Liburan Keluarga di Bali

    Burung Raja Udang, Potensi Ekowisata Global dan Tantangan Konservasi yang Semakin Mendesak

    Burung Raja Udang, Potensi Ekowisata Global dan Tantangan Konservasi yang Semakin Mendesak

    Pesona Desa Wisata Religi Leuwimunding di Majalengka, Jawa Barat, Destinasi Ziarah dengan Nilai Sejarah dan Spiritual

    Pesona Desa Wisata Religi Leuwimunding di Majalengka, Jawa Barat, Destinasi Ziarah dengan Nilai Sejarah dan Spiritual

    Menjelajahi Sumber Pocong, Pemandian Alami dengan Air Jernih di Bangkalan Madura

    Menjelajahi Sumber Pocong, Pemandian Alami dengan Air Jernih di Bangkalan Madura

    Pesona Agrowisata Saung Manglid, Belajar Tanam dan Petik Sayur Langsung dari Kebun

    Pesona Agrowisata Saung Manglid, Belajar Tanam dan Petik Sayur Langsung dari Kebun