
“Perumpamaan kaum mukminin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan berlemah lembut bagaikan satu tubuh; jika satu anggota sakit, seluruh tubuh ikut merasakan sakit dan tidak bisa tidur.” (HR. Bukhari & Muslim)
Gen Z sering dicitrakan sebagai generasi yang “cuek”, sibuk dengan trend, dan sulit fokus. Padahal citra tersebut tidak selalu benar. Faktanya ketika isu Palestina memuncak pada 2023–2024, justru Gen Z-lah yang paling banyak membanjiri media sosial dengan konten kesadaran: video edukatif, infografis, dan aksi kampanye digital. Di TikTok, misalnya, tagar #FreePalestine sudah ditonton lebih dari 26 miliar kali (Statista, 2024). Sementara di Instagram dan X (Twitter), Gen Z membuat gelombang solidaritas digital global, dari Indonesia, Malaysia, AS, hingga Amerika Latin.
Karena hidup di era informasi, Gen-Z punya keunggulan luar biasa, yaitu akses. Inilah saatnya Gen-Z kembali memainkan jari untuk menyuarakan Sudan. Gen-Z tidak hanya menjadi konsumen informasi, tapi juga produsen narasi.
Berikut tiga hal nyata yang bisa dilakukan oleh Gen Z Muslim sebagaimana yang dijelaskan oleh Dr. Fika Komara dalam forum diskusi online Muslimah News (07 November 2025):
Gen-Z harus menyebarkan kesadaran (awareness) mengenai krisis kemanusiaan di Sudan, sebagaimana semangat yang sama pernah ditunjukkan saat membela Palestina. Gen Z memiliki kekuatan besar di ruang digital untuk mengangkat isu ini agar tidak tenggelam. Penting untuk menekankan bahwa perpecahan di antara negara-negara Muslim, termasuk di Sudan, sering kali dimanfaatkan oleh kekuatan asing melalui konflik antar-faksi militer. Karena itu, menyuarakan persatuan umat menjadi hal yang sangat penting.
Gen Z perlu menunjukkan bahwa Islam memiliki pandangan atau POV yang jelas mengenai urgensi persatuan, peran militer yang seharusnya melindungi umat, serta sistem ekonomi yang mampu menyalurkan kekayaan dengan adil. Dengan cara ini, isu Sudan tidak hanya dibahas dari sisi politik atau ekonomi semata, tetapi juga dari sisi ideologis dan moral yang bersumber dari ajaran Islam.
Gen-Z harus menyadari bahwa persatuan umat memerlukan wadah atau sistem pemersatu yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yaitu sistem khilafah. Gen-Z harus mempromosikan bahwa Khilafah sebagai al-junnah (perisai) bagi umat Islam. Dalam konteks Sudan, sistem ini diyakini mampu membangun struktur militer yang bersih dan berintegritas, terbebas dari korupsi dan kepentingan pribadi. Khilafah juga akan membangun sistem ekonomi yang mandiri serta mampu mengelola sumber daya alam secara adil untuk seluruh lapisan masyarakat. Lebih dari itu, sistem ini akan menjaga kehormatan kaum Muslimah dan melindungi anak-anak dari kekerasan dan kejahatan.
Wallahu ‘alam bisshowab.