
INTRIK.ID, JAKARTA — Nama Irjen Ahrie Sonta Nasution menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Namun, bukan hanya perkara hukum yang membuat perwira tinggi Polri tersebut menarik perhatian. Rekam jejak kenaikan pangkat dan perjalanan kariernya juga menjadi perbincangan.
Ahrie diketahui pernah menjadi sekretaris pribadi mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia kemudian dipercaya menjadi ajudan Presiden Prabowo sebelum akhirnya menduduki jabatan Kepala Divisi Hukum Polri dengan pangkat Inspektur Jenderal atau jenderal bintang dua.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 tersebut memiliki perjalanan karier yang terbilang cepat.
Nama Ahrie mulai mendapat perhatian ketika mendampingi Listyo Sigit Prabowo menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di DPR RI pada Januari 2021.
Kala itu, Ahrie masih berpangkat AKBP dan menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.
Keberadaannya cukup mencuri perhatian karena ia menjadi satu-satunya perwira menengah yang mendampingi Listyo dalam agenda penting tersebut.
Setelah Listyo resmi menjadi Kapolri, Ahrie dipercaya menduduki posisi sekretaris pribadi Kapolri.
Penugasan itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya di lingkungan Mabes Polri.
Perjalanan kepangkatan Ahrie juga menarik untuk dicermati.