
Meski di Bangka Belitung sendiri belum pernah terjadi hal-hal krusial berupa konflik agama, suku/etnis, namun ia berharap kehadiran buku tersebut dapat memperkuat nilai-nilai toleransi, sehingga kebhinekaan dapat terus dijaga.
“Bukunya sangat bagus, mudah-mudahan buku ini dapat menambah wawasan bagi kita semua untuk saling menjaga, menghormati dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama,” ujarnya.
“Saya sampaikan bahwa Babel itu sebagai salah satu daerah yang menjadi miniatur atau percontohan kerukunan umat beragama bagi daerah-daerah lainnya. Mengapa demikian? Karena kehidupan masyarakat Babel sangat rukun,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengatakan jika tim penulis dari Madania Center sangat kompeten dalam hal perumusan dan penulisan buku. Untuk itu dirinya juga meminta kepada Gubernur Bangka Belitung untuk dapat melibatkan tim Madania Center dalam memberikan edukasi serta pengetahuan khususnya terkait radikalisme kepada siswa-siswi, guru dan masyarakat Bangka Belitung.