Inflasi Bangka Belitung di Maret 2026 Terkendali

    Caption: Rommy S. Tamawiwy

    Merespon hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy menyampaikan bahwa Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah yang tergabung di dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) saling berkolaborasi menjalankan komitmen sesuai tupoksi masing-masing dalam menjaga inflasi tetap berada pada sasaran target inflasi nasional dan berupaya menahan laju tekanan inflasi khususnya yang bersumber dari bahan pangan (volatile foods). Berbagai langkah konkret telah dilakukan untuk mewujudkan terkendalinya inflasi pada periode Imlek, Ramadhan dan Idulfitri tahun ini, yaitu:

    1. Penyelenggaraan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 46 kali di berbagai titik di wilayah Bangka Belitung secara tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat komoditasnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar masyarakat mudah mengakses bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Dalam penyelenggaraan kegiatan dimaksud, sebanyak 31 penyelenggaraan OPM dan GPM difasilitasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu, Bank Indonesia turut memfasilitasi distribusi 18,5 ton daging sapi beku dari Bekasi ke Kabupaten Belitung Timur sebagai bentuk upaya antisipatif menekan lonjakan harga daging sapi. TPID Belitung Timur telah mendistribusikan daging sapi beku tersebut kepada masyarakat di 8 (delapan) titik pendistribusian melalui kegiatan Operasi Pasar Murah (OPM) dengan harga jual Rp120.000/kg, lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran yang mencapai angka di kisaran Rp155.000 s.d. Rp165.000 per kg.
    2. Penyelenggaraan sidak pasar sebanyak 13 kali di seluruh Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh masing-masing Kepala Daerah guna memastikan ketersediaan stok bahan pangan bagi masyarakat khususnya menjelang HBKN.
    3. Penyelenggaraan pertemuan High Level Meeting (HLM) sebanyak 5 (lima) kali yang dipimpin oleh Kepala Daerah guna merumuskan kebijakan pengendalian inflasi daerah. Hal ini juga sebagai upaya pengelolaan ekspektasi masyarakat ditengah tekanan inflasi.
    4. Edukasi masyarakat melalui konten dan/atau Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang tidak hanya berfokus untuk mengajak masyarakat bijak berbelanja, tetapi juga bijak berkonsumsi (no food waste).
    5. Implementasi program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang tidak hanya berfokus pada stabilitas harga, namun juga turut mendorong ketahanan pangan di Bangka Belitung.

    Lebih lanjut, Rommy menyampaikan bahwa berbagai upaya tersebut di atas merupakan implementasi strategi 4K yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif, yang dilakukan dengan semangat tinggi melalui sinergi dan kolaborasi, sehingga turut menjaga inflasi di Bangka Belitung terkendali dengan tetap menjaga geliat perekonomian tetap tumbuh dan berkelanjutan.

    Dalam upaya pengendalian inflasi jangka menengah-panjang, Bank Indonesia terus mendorong kemandirian produksi pangan di Bangka Belitung khususnya komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi. Hal ini dilakukan dengan program pemberdayaan klaster pangan binaan meliputi aspek manajemen, produksi, dan pemasaran. Harapannya, di samping turut menjaga ketahanan pangan di Bangka Belitung, juga diharapkan dapat mendukung program strategis Pemerintah, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif di Bangka Belitung.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook