Hindari Hal-Hal Ini Saat Merawat Luka Diabetes

A pedicure doctor examines a patient’s feet with problematic heels with cracks and dry skin. Foot treatment and care for diabetic skin. Medical office.

 

Merawat Luka Diabetes – Luka diabetes merupakan luka yang memiliki masa penyembuhan yang lebih lama dibandingkan dengan luka yang terjadi pada orang sehat. Luka ini akan semakin menyebar jika tidak ditangani dengan tepat. Bahkan, luka diabetes tersebut dapat menyebabkan amputasi pada bagian tubuh Anda. Maka dari itu, Anda harus merawat luka diabetes Anda dengan baik dan benar.

Luka diabetes memiliki masa penyembuhan yang lama dikarenakan oleh kadar gula darah di dalam tubuh yang terlalu tinggi sehingga hal tersebut dapat merusak saraf, menurunkan sistem kekebalan tubuh, dan menyebabkan sirkulasi darah semakin parah. Karena itulah yang menghambat proses perbaikan jaringan tubuh. Untuk itu, hindari hal-hal berikut saat merawat luka diabetes.

Tidak Membersihkan Luka

Space Iklan/0853-1197-2121

Kesalahan pertama yang sering dilakukan saat merawat luka diabetes ialah dengan tidak membersihkan ataupun memperdulikan kebersihan luka diabetes. Anda harus membersihkan luka diabetes dengan air yang mengalir dan juga sabun. Lakukan hal tersebut dengan lembut. Setelah itu, Anda bisa mengeringkan luka Anda dan oleskan dengan salep.

Salep yang dipakai untuk luka diabetes ialah salep antibiotik yang direkomendasikan dokter agar luka Anda terbebas dari kuman dan bakteri jahat. Selain itu, Anda jangan lupa untuk selalu mengganti pembalut luka Anda agar luka tetap steril dan terjaga kebersihannya dari kotoran.

Memberikan Tekanan Berlebih pada Luka

Sebaiknya, Anda harus menghindari dan mengurangi tekanan pada luka diabetes Anda. Anda dapat mengurangi tekanan pada luka dengan cara tidak memakai pakaian yang ketat. Dengan melakukan hal tersebut Anda dapat membuat luka Anda lebih cepat untuk sembuh. Jika luka diabetes Anda berada di kaki, maka gunakan bantalan atau alas kaki khusus untuk mengurangi tekanan.

Space Iklan/0853-1197-2121

Lupa Kontrol Kadar Gula Darah

Jangan sampai Anda melupakan hal penting seperti lupa untuk mengontrol kadar gula darah. Hal tersebut sangat penting untuk dilakukan agar mempercepat penyembuhan luka diabetes. Anda dapat mengontrol kadar gula darah Anda dengan cara menerapkan pola makan yang sehat pada diri Anda. Makanlah makanan dengan gizi yang seimbang dan kurangi makan makanan yang kurang sehat.

Selain itu, Anda dapat mengontrol kadar gula darah dengan cara olahraga. Lakukan olahraga yang tidak berat dan ringan-ringan saja. Setelah itu, Anda dapat meminum obat antidiabetes ataupun melakukan suntikan insulin pada tubuh jika diperlukan. Sebaiknya, konsultasikan hal tersebut ke dokter untuk penanganan yang terbaik pada luka diabetes Anda.

Tidak Memperhatikan Tanda-Tanda Infeksi

Anda harus memperhatikan luka diabetes yang ada pada tubuh. Infeksi yang terjadi pada luka diabetes terjadi dengan berbagai gejala. Gejala-gejala yang umum ditemukan ialah berupa timbul demam, rasa sakit, kemerahan, pembengkakan ataupun terasa hangat di sekitar luka diabetes Anda. Selain itu, infeksi juga bisa ditandai dengan luka yang berair, bernanah dan bau tak sedap.

Jika Anda telah menemukan salah satu gejala tersebut pada luka diabetes, maka Anda harus segera melakukan penanganan medis untuk merawat luka diabetes Anda dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Mungkin Suka Ini juga:
PT Timah Cegah Stunting Melalui Kemunting

PT Timah Cegah Stunting Melalui Kemunting

Hadir di Mentok, 141 Warga Manfaatkan Mobil Sehat

Hadir di Mentok, 141 Warga Manfaatkan Mobil Sehat

Strategy PT Timah agar Karyawan Tetap Sehat

Strategy PT Timah agar Karyawan Tetap Sehat

Tim Radiologi RSUD Depati Bahrin, Mendapat Predikat Sangat Baik

Tim Radiologi RSUD Depati Bahrin, Mendapat Predikat Sangat Baik

Komitmen dalam Pelayanan kesehatan, RSUD Depati Bahrin Terima Penghargaan

Komitmen dalam Pelayanan kesehatan, RSUD Depati Bahrin Terima Penghargaan

Tins Half Marathon: Menggerakkan Budaya Hidup dan Pembinaan Atlet

Tins Half Marathon: Menggerakkan Budaya Hidup dan Pembinaan Atlet