
Ia berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat bisa meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan dan gizi terutama dalam hal pencegahan stunting dengan protein hewani.
“Kita ingin masyarakat membantu menyebarluaskan informasi dan promosi tentang pentingnya gizi yang optimal dalam pembangunan SDM yang berkualitas,” ungkap Ratnawati.
“Selain itu bisa meningkatkan komitmen dan kerjasama antar pemerintah baik sektor kesehatan maupun non kesehatan,” tambahnya.
Ia menegaskan persoalan gizi balita tidak dapat diselesaikan oleh bidang kesehatan saja, namun perlu dukungan dan kontribusi lintas program, lintas sektor, profesi dan semua mitra pembangunan.