Scroll untuk baca artikel
PangkalpinangKesehatan

HGN ke-63, Puluhan Siswa Diajak Sarapan Bersama Persagi Pangkalpinang

174
×

HGN ke-63, Puluhan Siswa Diajak Sarapan Bersama Persagi Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini
IMG 20230129 WA0009
Foto: Anggota Persagi Kota Pangkalpinang memberikan edukasi kepada para siswa. (Ist)

INTRIK.ID, BABEL — DPC Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kota Pangkalpinang mengajak 45 siswa SMP dan SMA sarapan bersama di Taman Dealova, Pangkalpinang, Minggu (29/1/2023).

Ketua Pelaksana, Ratnawati mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) dengan mengusung tema ‘Cegah Stunting Dengan Protein Hewani’.

“Sesuai tema yang kami bawa, hari ini kami mengajak siswa dari berbagai sekolah di Pangkalpinang untuk sarapan bersama dengan menu sehat yakni nasi uduk, telur, tempe serta sayur urap agar mereka tau makanan yang kaya protein hewani,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak para siswa tersebut senam bersama. Namun bukan hanya siswa, masyarakat yang hadir juga turut ikut berpartisipasi.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat bisa meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan dan gizi terutama dalam hal pencegahan stunting dengan protein hewani.

“Kita ingin masyarakat membantu menyebarluaskan informasi dan promosi tentang pentingnya gizi yang optimal dalam pembangunan SDM yang berkualitas,” ungkap Ratnawati.

“Selain itu bisa meningkatkan komitmen dan kerjasama antar pemerintah baik sektor kesehatan maupun non kesehatan,” tambahnya.

Ia menegaskan persoalan gizi balita tidak dapat diselesaikan oleh bidang kesehatan saja, namun perlu dukungan dan kontribusi lintas program, lintas sektor, profesi dan semua mitra pembangunan.

“Peringatan HGN tahun 2023 merupakan momentum penting dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bersama membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi antara lain melalui edukasi gizi seimbang,” jelasnya.

Ratnawati berharap pada momentum HGN ke-63 tahun itu para pemangki kepentingan termasuk masyarakat dan unsur pemerintah memiliki komitmen yang tinggi untuk ikut berperan serta bekerjasama dalam meningkatkan perbaikan gizi.

“Persoalan gizi ini tidak hanya bisa dilakukan oleh para ahli gizi saja tapi seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah harus turut serta,” tegasnya. (Red)