
Ia juga mendorong para santri memperluas wawasan agar tidak membatasi cita-cita hanya pada bidang keagamaan.
“Para santri tidak hanya memperkuat keimanannya, tapi juga memperkuat ilmunya,” tegasnya.
Prof Udin menjelaskan, bekal ilmu agama dan pengetahuan umum dapat membuka peluang bagi santri untuk berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga kehidupan sosial masyarakat.
Dengan demikian, lulusan pesantren diharapkan mampu mengambil peran lebih luas dalam pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, Prof Udin menyebut perkembangan pondok pesantren di Pangkalpinang juga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia mengatakan, saat ini terdapat lebih dari 20 pondok pesantren di kota tersebut.