
Dexlite yang sebelumnya dijual Rp19.700 per liter kini mencapai Rp23.700 per liter. Artinya, terdapat kenaikan Rp4.000 per liter.
Sementara itu, Pertamina Dex naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter, atau bertambah Rp4.050 per liter.
Kenaikan tersebut membuat biaya pembelian BBM diesel nonsubsidi menjadi lebih besar bagi pengguna kendaraan yang membutuhkan bahan bakar jenis tersebut.
Sebaliknya, Pertamax masih berada di harga Rp15.950 per liter pada periode Oktober ini. Pertalite juga tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.
Dengan demikian, tidak tepat jika seluruh jenis BBM disebut baru mengalami kenaikan pada Oktober. Sebagian harga memang sudah meningkat pada penyesuaian sebelumnya, tetapi tidak ada perubahan harga baru yang diumumkan untuk awal bulan ini.
Selain Pertamina, sejumlah operator SPBU swasta juga masih mempertahankan harga BBM mereka pada Oktober 2026.
Berikut harga yang dilaporkan untuk sejumlah produk BBM di SPBU swasta:
| Operator | Jenis BBM | Harga per liter |
|---|---|---|
| BP-AKR | BP 92 | Rp16.130 |
| BP-AKR | BP Ultimate | Rp19.330 |
| BP-AKR | BP Ultimate Diesel | Rp25.420 |
| Vivo | Revvo 92 | Rp16.130 |
| Vivo | Revvo 95 | Rp19.330 |
| Vivo | Diesel Primus | Rp25.420 |
| Shell | V-Power Diesel | Rp25.420 |
Ketersediaan produk dapat berbeda antar-SPBU. Sejumlah produk bensin Shell dilaporkan belum tersedia pada periode tersebut.
Perubahan harga BBM, terutama produk nonsubsidi, perlu diperhatikan karena bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya transportasi dan distribusi barang.